Gelar BIMTEK 2022, Wakil Ketua BWI Sebut IWN Literasi dan Dokumentasi Wakaf yang Valid

Gelar BIMTEK 2022, Wakil Ketua BWI Sebut IWN Literasi dan Dokumentasi Wakaf yang Valid  - IMG 20220331 WA0017 - Gelar BIMTEK 2022, Wakil Ketua BWI Sebut IWN Literasi dan Dokumentasi Wakaf yang Valid

Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Indeks (BIMTEK) Indeks Wakaf Nasional 2022 melalui virtual zoom online pada Kamis (31/03

Wakaf atau Sedekah Jariyah Saat Ramadan, Ini Keistimewaannya
Pengamat Sarankan Nazhir Fokus Kembangkan Wakaf Produktif
BWI Kerja Sama Dengan Tokopedia Rilis Fitur Wakaf Uang, Pengguna Bisa Berwakaf Mulai Rp 10 Ribu

Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Indeks (BIMTEK) Indeks Wakaf Nasional 2022 melalui virtual zoom online pada Kamis (31/03/222).

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) Dr. Imam Teguh Saptono yang mewakili Ketua BWI. Serta ia juga menyampaikan salam dan ucapan terima kasih kepada para Perwakilan BWI Provinsi dari seluruh Indonesia yang telah hadir menjadi peserta BIMTEK IWN 2022.

Pria yang juga berprofesi sebagai Dosen ini menyampakan bahwa dengan adanya IWN, maka literasi wakaf nasional punya dokumentasi valid yang dapat dipertanggung jawabkan.

“IWN ini bentuk dokumentasi dan literasi data wakaf yang valid sekaligus bisa dipertanggung jawabkan,” ujar Imam Teguh Saptono.

Menambahkan, Prof. Raditya Sukmana selaku narasumber dan penelitin IWN menjelaskan bahwa IWN merupakan alat ukur kinerja perwakafan nasional di salah satu Negara untuk tingkat nasional dan lokal.

“IWN ini alat ukur perwakafan nasional  tingkat nasional dan lokal yang mana datanya penting dan dibutuhkan untuk memotret perkembangan wakaf,” ujar Prof. Raditya.

Selain itu, Ia mengungkapkan IWN ini mempunyai beberapa manfaat yaitu:

  1. Dapat memantau kondisi dan perkembangan perwakafan di suatu wilayah.
  2. Dapat mengukur kinerja perwakafan antar wilayah dan antar waktu.
  3. Dapat mendorong regulator dan lembaga wakaf mencapai standar tertentu dalam pengelolaannya yang bisa diukur dengan IWN.
  4. Mengarahkan agar pengelolaan wakaf berorientasi pada hasil dan dampak.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: