Anggota BWI Jadi Wakil Menteri

Jakarta - Nasaruddin Umar, salah satu anggota Dewan Pertimbangan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dipercayakan menduduki wakil menteri di Kabinet Indonesia

Wakaf Produktif untuk Perumahan Rakyat
Nostalgia Wakaf Era Daulah Islamiah
BWI Kumpulkan Nazir Wakaf Uang dan LKS-PWU

Jakarta – Nasaruddin Umar, salah satu anggota Dewan Pertimbangan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dipercayakan menduduki wakil menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Pria yang juga Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN)  Syarief Hidayatullah Jakarta ini telah dipanggil khusus oleh Presiden SBY untuk menduduki jabatan Wakil Menteri, Ahad, 16 Oktober  kemarin di Istana negara. Nasaruddin mengaku diminta presiden untuk membantu Menteri Agama dalam menciptakan kedamaian antar umat beragama, dan meminimalisir kelemahan-kelemahan kaitan dengan penyelenggaraan haji setiap tahunnya.

 

Wakil Menteri dianggap penting untuk diberi tugas dalam menciptakan kedamaian. “Presiden mengarahkan untuk merangkul pemuka-pemuka agama dalam dan menyatukan persepsi menciptakan kedamaian,” ujar Nasaruddin Umar.

Selain mendapat kepercayaan sebagai Wamen, Nasaruddin mendapatkan tambahan tanggung jawab, di mana sebelumnya putera kelahiran Kabupaten Bone ini mengemban tugas perdamaian antar umat beragama di Amerika. “Oleh Amerika, Indonesia diminta ikut terlibat menciptakan perdamaian dunia, terutama terkait konflik antar agama seperti antara Afganistan dan Israel. Kita telah bertemu dengan pimpinan-pimpinan aliran agama di Amerika, arahnya menciptakan kedamaian,” katanya.

Menurut Nasaruddin, awal mengetahui dirinya akan diangkat menjadi Wamen ketika dirinya bertolak dari Amerika ke Teheran. Nasaruddin mengaku mendapat telepon, diperintahkan kembali ke Indonesia secepatnya untuk bertemu presiden. “Sabtu saya tiba di Indonesia dan esok siang bertemu dengan presiden. Diberi kepercayaan sebagai Wakil Menteri.”

Tambahan tugas lainnya adalah sebagai Ketua Pokja Pemberian Pembelaan terhadap WNI dan TKI yang terancam hukuman mati di beberapa negara di Timur Tengah dan Asia. “Di Teheran terdapat tiga TKW diancam hukuman mati,” jelasnya.

Nasaruddin juga belum bisa mengutarakan lebih rinci mengenai tugas yang diembannya sebagai Wamen. Namun kedua tugas yang diamanahkan padanya merupakan tugas khusus dari Presiden SBY.

Pejabat eselon satu Kemenag ini berjanji mengutarakan rincian tugas pokok nanti sebagai Wamen usai pelantikan 19 Oktober mendatang. “Saat  pelantikan nanti akan diberikan tugas-tugas dari presiden. Intinya adalah mengikuti program yang telah disepakati,” tuturnya. [fajar]

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: