HomeBerita Wakaf

Bangun Ma’had di Tanah Wakaf

 Riau (02/7/08) | Bupati Karimun, H Nurdin Basirun melakukan peletakan batu pertama pembangunan Ma'had Tahfizul Qur'an (MTQ) Athohir

Menara Haji Ditarget Selesai 2014
Perkembangan Wakaf Uang
Kemenpera Siapkan Peraturan Wakaf untuk Perumahan

 

Riau (02/7/08) | Bupati Karimun, H Nurdin Basirun melakukan peletakan batu pertama pembangunan Ma'had Tahfizul Qur'an (MTQ) Athohiriyah di Kampung Payalebar Kelurahan Moro, Kecamatan Moro, Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau. Turut hadir pada peletakan batu pertama itu Camat Moro Nusirwan beserta anggota Muspika Moro, para kepala dinas, tokoh masyarakat, alim ulama, tokoh pemuda serta santri Yayasan Athohiriyah. Bangunan berlantai dua ini dengan menelan anggaran sekitar Rp393 juta ini, dibangun diatas tanah wakaf dari ustad Zakaria Al Hafiz. Acara peletakan batu pertama itu dibarengkan dengan penyerahan bantuan uang untuk pembangunan gedung yang nantinya akan ditempati untuk pelatihan para hafiz dan hafizah.

 

Dana bantuan pembangunan langsung diterima ustad Jefri Al Hafiz, juga bantuan untuk Masjid Al Aqsho diterima H Saleh Obed, serta bantuan untuk Masjid Jannatun Naim Pulau Jang diterima oleh H Bahar.

Bupati dalam sambutannya mengatakan dengan pendirian MTQ Athohiriyah atau tempat hafalan Qur'an ini, diharapkan para santriwan/ti mendapatkan bimbingan dan bekal ilmu Agama Islam dalam menghafal Al-Qur'an beserta isi kandungannya.

"Ini merupakan salah satu azam Kabupaten Karimun, meningkatkan iman dan taqwa yang menjadi benteng bagi generasi muda dalam menghadapi teknologi komunikasi yang berkembang pesat," jelas Nurdin disela-sela acara peletakan batu pertama pertengahan bulan kemarin, seperti dikutip Sijori Mandiri, (25/6).

Sementara Ketua Yayasan Athohiriyah Moro, ustad Jefri Al Hafiz mengatakan bahwa sasaran pendidikan di MTQ Athohiriyah dibangun ini dimulai anak-anak usia 7 tahun sampai menginjak remaja. Namun tidak tertutup kemungkinan bagi orang dewasa yang mempunyai minat untuk ikut belajar.

"Saat ini santriawan dan santriwati berjumlah 26 orang, diantaranya sudah ada yang hafiz 1 juz, 2 juz dan 4 juz. Selama setahun ini para santri masih menumpang belajar di Masjid Raya Baiturrahman Moro," terang ustad Jefri mengakhiri. (sjmd)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: