Dapat Kartu Baitul Ashyi, Jamaah Haji Aceh Diberi Uang Wakaf

  BANDA ACEH -- Sebanyak 3.147 calon jemaah haji Aceh, termasuk di dalamnya para petugas, akan diberi kartu Baitul Ashyi. Kartu tersebut untuk mendapa

BWI Perwakilan Kepri Segera Terbentuk
Dompet Dhuafa Resmikan RS Berbasis Wakaf di Lampung
Wagub Sumsel Resmikan Gerakan Wakaf Rumah Tahfiz

 

BANDA ACEH — Sebanyak 3.147 calon jemaah haji Aceh, termasuk di dalamnya para petugas, akan diberi kartu Baitul Ashyi. Kartu tersebut untuk mendapatkan uang wakaf perumahan dari hasil pengelolaan Baitul Ashyi di Mekkah, Saudi Arabia.

 

Ribuan kartu itu telah ditandatangani Gubernur Aceh Zaini Abdullah beberapa waktu lalu, kata Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh H. Ibnu Sa’dan seusai rapat koordinasi persiapan akhir pelaksanaan pemberangkatan calon Jemaah haji asal Aceh di Banda Aceh, Senin (23/9).

 

Rencananya, calon jemaah haji dari Aceh akan bertolak ke Tanah Suci pada 29 September 2013. Sehari sebelum pemberangkatan, seluruh Jemaah sudah harus berada di Asrama Haji Banda Aceh.

 

Asrama Haji Banda Aceh saat ini tengah dilakukan renovasi dan sebagian besar rusak lantaran dampak dari peristiwa tsunami. Pemda Banda Aceh memberikan kontribusi bagi perbaikan asrama haji sebesar Rp 2 miliar. Jadi, selama digunakan untuk Jemaah, para pekerja diistirahatkan agar tak mengganggu aktivitas petugas dan jemaah.

 

Terkait kartu Baitul Ahsyi, menurut Kakanwil Kemenag Ibnu Sa’dan, ini adalah satu-satunya jemaah dari Tanah Air yang dibekali kartu penerima wakaf. Penerima wakaf Baitul Ahsyi tahun lalu per orang sebesar Rp. 1.200 real Arab Saudi.

 

Jadi, ketika jemaah asal Aceh sampai di pemondokan, petugas pengelola wakaf akan mendatangi jemaah dan langsung memberikan uang tersebut. Pemberian uang wakaf itu sudah berlangsung bertahun-tahun sebagai amanah dari pemilik pondokan asal ulama Aceh.

 

Menurutnya, hal ini yang membedakan jemaah asal Aceh dari daerah lain. Karena itu ia berharap hal ini tidak dijadikan sebagai alasan bahwa jemaah asal dari Serambi Mekkah itu lalu dianggap dapat perlakuan berlebihan.

 

Dahulu memang ada ulama asal Aceh, yang pondokannya tergusur karena perluasan Masjidil Haram. Lalu ulama tersebut menitipkan uang pengganti dari pemerintah setempat kepada Mahkamah di Arab Saudi. Mahkamah itulah yang kemudian melanjutkan dan mengembangkan uang tadi dengan membangun sejumlah pondokan. Keuntungannya, berupa wakaf tadi, dibagikan kepada jemaah asal Aceh.

 

Mengenai kesiapan pemberangkatan jemaah haji, General Manajer Garuda Indonesia Banda Aceh, Nano Setiawan, menyatakan, pada prinsipnya sudah siap 100 persen. Jemaah asal embarkasi Aceh dan Medan, akan menggunakan pesawat boeing 777 dengan kapasitas 440 orang. (Rol)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: