BWI Jabar Tertibkan dan Produktifkan Aset Wakaf

Bandung - BWI terus meningkatkan perannya dalam pengembangan aset wakaf di berbagai daerah. Kini giliran Jawa Barat yang menjadi perhatian. Untuk itu,

Goziz untuk Sejahterakan Rakyat
RS Mata Achmad Wardi BWI-DD Adakan Operasi Katarak Gratis
Peran Wakaf Dalam Pemberdayaan Ekonomi Perempuan (2-Habis)

Bandung – BWI terus meningkatkan perannya dalam pengembangan aset wakaf di berbagai daerah. Kini giliran Jawa Barat yang menjadi perhatian. Untuk itu, BWI membentuk kantor Perwakilan di tatar pasundan ini. Acara pelantikan berlangsung di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, tadi pagi.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang hadir pada pelantikan pengurus Perwakilan BWI Jabar berharap, pengurus BWI mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang terkait dengan wakaf. Sebab selama ini persoala terkait wakaf selalu ada.

“Setelah ini, saya harapkan koordinasi dengan Badan Wakaf di kabupaten dan kota se-Jabar untuk menyelesaikan persoalan wakaf,” ucap Heryawan. Tugas ini harus diemban oleh BWI Jabar. “Badan Wakaf ini adalah pengejawantahan yang mewakili negara untuk mengesahkan, mewakili, dan menertibkan wakaf,” kata Heryawan dalam sambutannya.

Di Jawa Barat, banyak tanah wakaf yang butuh perhatian khusus. Dari 74.156 lokasi wakaf, sekitar 38.548 lokasi dimanfaatkan untuk ibadah, 7.468 untuk pendidikan, 3.634 pesantren, 51 lokasi usaha, 1.855 makam, dan 105 panti. Berarti, ada sekitar 21.809 lokasi belum termanfaatkan.

Menurut Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Saeroji, selain belum dimanfaatkan optimal, tanah wakaf pun masih banyak yang belum disertifikasi. “Akta ikrar wakaf dari ahli waris saja, belum ada,” ujarnya usai acara pelantikan Perwakilan BWI Jabar.

Dilema ini harus segera diselesaikan oleh BWI. Menurut Saeroji, karena bukti wakaf tersebut tidak kuat, maka banyak tanah wakaf yang digugat ahli warisnya. Saat dibawa ke pengadilan, penggugat tersebut menang karena tidak ada bukti wakafnya.

Di tengah sangkarut perwakafan Jabar, selaku anggota Dewan Pertimbangan BWI Jabar, Saeroji bertekad untuk mengelola dan mengembangkan perwakafan di Jawa Barat secara optimal. Sehingga, bisa memberikan manfaat ekonomi pada masyarakat. “Dengan adanya Badan Wakaf Indonesia di Jabar, saya yakin wakaf akan memberikan manfaat maksimal pada masyarakat,” ujar Saeroji.

Adapun susunan Perwakilan BWI Jawa Barat periode 2012-2015 adalah sebagai berikut:

Dewan Pertimbangan
Ketua:
H. Aip Rivai, SH, M.Si.

Anggota:
1. Drs. H. Saeroji, MM.
2. Prof. DR. H. Rahmat Syafei, Lc.

Badan Pelaksana
Ketua:
Prof. (em) Dr. H. E. Saefullah Wiradipraja, SH., LLM.

Wakil Ketua:
Prof Dr. H. Nen Amran, SE., M.Sc., Ec.

Sekretaris:  
Dr. H. Tatang Astarudin , S.Ag, SH., M.Si.

Bendahara:
Dr. Sri Fadhilah, SE, M.Si, Ak.

Divisi-divisi

Pembinaan Nazhir:
1. Drs. H. Fadil Syamsuddin, M.Si.
2. Dr. Tata Fathurrahman, SH.MH.

Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf:      
1. Dr. H. Wildan Yahya, S.Ag., M.Ag.
2. Drs. H. Adang Tajuddin, M.Si.

Hubungan Masyarakat:      
Dr. H. Aam Amiruddin, Lc, M.Si.

Kelembagaan:      
Drs. H. A. Buchori, MM.

Penelitian dan Pengembangan:      
Ekki Syamsulhakim, SE., M.Appl., Ec.

 

 

(au/dtk/rpblk)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: