Gerakan Wakaf 10 Ribu Alquran Menuju Kota Madinatul Iman

Balikpapan - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan punya agenda tersendiri tahun ini, terutama jelang masuknya bulan suci Ramadan. Program ter

BWI Sumatera Utara Gelar Sosialisasi Pengelolaan Wakaf Uang
Gali Terus Potensi Wakaf Uang
Fungsi Boleh Berubah, Asal Ada Izin Tertulis dari BWI

Balikpapan – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan punya agenda tersendiri tahun ini, terutama jelang masuknya bulan suci Ramadan. Program tersebut disebut “Gerakan 10 ribu wakah mushaf Alquran untuk Balikpapan menuju Kota Madinatul Iman”. Sekretaris Umum MUI Kota Balikpapan, M Jailani mengatakan bahwa, program ini berkaitan erat dengan syiar dakwah Islamiyah. Sekaligus menyemarakkan tibanya bulan suci Ramadan.

Makanya, MUI mendorong semua potensi umat Islam di Kota Beriman untuk menyukseskan program tersebut. “Gerakan ini adalah salah satu program MUI yang diperuntukkan bagi kaum muslimin di Kota Balikpapan. Dalam rangka meningkatkan kecintaan kepada Alquran sebagai implementasi keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT,” ujar Jailani

Dia menjelaskan, gerakan ini berupa pengumpulan wakaf atau pemberikan Alquran. Nah, Alquran tersebut dihimpun dari umat Islam Kota Balikpapan oleh MUI Kota Balikapapan selaku koordinator kegiatan, dibantu dengan sejumlah lembaga dakwah Islam lainnya.

Teknisnya, lanjut Jailani, wakaf dapat berikan berbentuk fisik kitab Alquran.Namun, pihaknya berharap bagi yang akan berwakaf dalam bentuk fisik, maka mushaf Alquran yang akan diwakafkan adalah Alquran standar.

Selain bentuk fisik, juga bisa diganti dengan uang senilai Rp50 ribu setiap satu buah kitab Alquran. Nanti yang menggunakan uang juga tetap akan kita wujudkan dalam bentuk fisik sesuai jumlahnya. “Misal ada yang memberikan uang senilai Rp1 juta, berarti ada 20 Alquran yang akan kita sediakan untuk diwakafkan,” jelasnya.

Nantinya, setiap Alquran yang akan diwakafkan akan diberi lebel wakaf sebagai bukti dengan menandatangani atau memberikan cap stempel bagi instansi serta lembaga pada blanko wakaf. Label tersebut dimuat dalam lembaran kosong pada mushaf Alquran tersebut.

“Misal ada perusahaan yang mewakafkan Alquran sekian puluh atau sekian ratus, nanti boleh logo perusahannya dipasang di lembaran kosong yang diselipkan di dalam Alquran tersebut. Jadi ketahuan ini wakaf dari siapa-siapa, dan itu diperbolehkan,” ungkap Jailani.

Dari program gerakan ini, ada beberapa maksud dan tujuan. Di antaranya untuk membantu suksesnya program Pemkot Balikpapan, dalam rangka tuntas baca tulis Alquran, memberikan kemudahan bagi kaum muslimin untuk mendapatkan mushaf Alquran secara gratis.

Termasuk juga menumbuhkan semangat membaca, memelajari, menghafalkan dan mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari. “Kita ingin dari Alquran yang dihimpun dan dibagikan dapat menumbuhkan semangat mengaji dan mendalami agama Islam. Serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama muslim dalam ber-amar maruf dan nahi mungkar,” terang mantan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Berau ini.

Lanjut ia, wakaf Alquran yang sudah dihimpun ini akan akan disalurkan kepada masyarakat yang belum memiliki dan sangat memerlukan mushaf Alquran di wilayah Kota Balikpapan. “Nanti kita salurkan kepada masjid-masjid, musala, pondok pesantren dan lembaga pembinaan Alquran  seperti TPA (Taman Pendidikan Alquran, Red),” paparnya.

Jika tidak ada aral melintang, gerakan 10 ribu wakaf mushaf Alquran untuk Balikpapan menuju Kota Madinatul Iman ini akan dilaunching pada 18 Juli nanti, oleh Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi.  Gerakan ini terus berlanjut hingga akhir Desember 2012 mendatang.

“Nanti di-launching bertepatan saat pawai taaruf Ramadan. Sejauh ini sudah banyak yang mewakafkan Alquran, seperti Bazma Pertamina RU V dan Ketua DPRD Balikpapan. Kita berharap banyak pihak lain yang tutur menyukseskannya,” pungkas Jailani, sembari menyebut pihak yang ingin iktu berpartisipasi bisa datang ke Sekretariat MUI di Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Balikpapan, samping Taman Bekapai Klandasan. (die/balikpapanpos)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: