Rebutan Klaim Aset Wakaf di Palestina

Gaza - Baru-baru ini, pejabat Israel mengancam akan menutup akses masuk Masjid Al Aqsha bagi kaum Muslimin. Ancaman itu merupakan upaya Israel menekan

Kucurkan Dana Rp. 4 Miliar untuk Dorong Wakaf Produktif
Hak-hak Masyarakat atas Tanah Ulayat
Wakaf Uang 20 Milyar per Bulan

Gaza – Baru-baru ini, pejabat Israel mengancam akan menutup akses masuk Masjid Al Aqsha bagi kaum Muslimin. Ancaman itu merupakan upaya Israel menekan Palestina menyetujui penghancuran jembatan pintu barat menuju masjid Al Aqsha. “Penutupan itu berlaku sampai departemen wakaf menyetujui penghancuran jembatan pintu barat menuju masjid Al Aqsha,” kata Sasson Gabai, salah seorang Pejabat Israel.

Seperti dikutip surat kabar Israel Yedeot Aharonot edisi Senin (12/12), Gabai mengatakan bahwa semua gerbang masjid Al Aqsha harus ditutup bagi kaum Muslimin. Hal tersebut guna mencegah mereka masuk ke dalamnya. Ia menandatangi petisi para anggota dewan kota Israel di Al Quds itu menyatakan penutupan Masjid Al-Aqsha perlu mendapat respon Kementerian Keamanan Dalam Negeri Israel. “Kami, para anggota Dewan Kota, meminta Menteri menggunakan wewenangnya untuk mencegah diskriminasi terhadap warga Yahudi,” kata dia.

Sementara itu, Dewan Tinggi Islam di Al Quds mengecam seruan yang dikeluarkan para pejabat Israel untuk menutup masjid Al Aqsha dan mencegah para jamaah kaum Muslimin masuk ke dalamnya. Dewan menyebut tindakan itu sembrono dan tidak bertanggung jawab.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Senin (12/12), Dewan Tinggi Islam mengatakan Yahudi tidak memiliki hubungan dengan tembok barat masjid Al Aqsha (Al Barak) dan juga jembatan pintu barat menuju masjid Al Aqsha yang melekat dengan tembok Al Barak. ”Semuanya adalah wakaf Islam dan menjadi kewenangan wakaf Islam untuk merenovasi dan mengawasinya.”

Dewan Tinggi Islam menilai Israel harus bertanggung jawab penuh atas longsornya sebagian tembok barat yang berada di sisi barat daya kota Al Quds. Longsor terjadi akibat penggalian dan aktivitas pembangunan Zionis di kawasan tersebut.(didi/agung/republika)

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: