Studi Banding Pengelolaan Aset

Jombang - Pengelolaan asset menjadi perhatian serius Pengurus Cabang NU Jombang, karenanya meski  dikenal sebagai daerah yang melahirkan tokoh pendiri

BWI Perwakilan Kepri Segera Terbentuk
Tholhah: Jangan Ada Perbedaan Persepsi
Bukan Hanya Abadi, Wakaf Juga Harus Bermanfaat

Jombang – Pengelolaan asset menjadi perhatian serius Pengurus Cabang NU Jombang, karenanya meski  dikenal sebagai daerah yang melahirkan tokoh pendiri organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, namun PCNU Jombang ngangsu kaweruh keberhasilan PCNU Sidoarjo dalam pengelolaan asset serta pendidikan. Di antara keberhasilan Nazhir PCNU Sidoarjo adalah mengembangkan lahan wakaf yang dulunya tidak produktif menjadi Rumah Sakit, yang diberi nama RS. Siti Hajar.

Tidak kurang 50 peserta studi banding yang merupakan perwakilan Penguru Lembaga/ Lajnah dan badan otonom serta perwakilan MWC NU ikut dalam rombongan yang dipimpin langsung  Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar. Rombongan diterima langsung Ketua PCNU Sidoarjo KH Abdul Manaf bersama jajaran Syuriah dan lembaga/ lajnah, akhir bulan lalu. Keberhasilan PCNU Sidoarjo seperti dipaparkan jajaran pengurus dan pengelola langsung, salah satunya keberhasilan dalam pengelolalan RS Siti Hajar. Dikatakannya RS ini dalam setiap tahunnya memberikan konstribusi tidak kurang Rp 200 juta setiap tahunnya.

Keberhasilan lain adalah pengelolaan asset NU. Dalam satu periode kepengurusan selama 5 tahun terakhir PCNU Sidoarjo telah menyelesaikan tanah wakaf atas nama NU sebanyak 1068 sertifikat.” Itu hanya di kerjakan oleh 5 orang pengurus. Dan mereka memang blusukan ke desa-desa untuk membantu menyelesaikan persolan wakaf masjid musholla dan lembaga pendidikan,” ujar Ruhut pengurus Lembaga Wakaf PCNU Sidoarjo menceritakan.

Terkait persoalan penyelesaian wakaf ini, dikatakan Ruhut tidak bisa kemudian hanya mengandalkan pengurus yang duduk saja dimeja. Dan dari pengalaman, dalam pengurusan tanah wakaf yang diserahkan MWC dan ranting hanya sekitar 30 persen saja yang tuntas.”Karenanya, pengurus harus paham aturan perwakafan, agar tidak mbulet di BPN. Tunjukkan aturan pegawai BPN jelas akan memenuhi persyaratan yang sudah ada,” imbuhnya.

Sementara itu, keberhasilan yang juga bisa dibanggakan warga NU secara keseluruhan adalah pengelolalan lembaga pendidikan. Sidoarjo dikenal dengan keberhasilan Lembaga Pendidikan Ma’arifnya.“ Alhamdulilah PCNU Sidoarjo segera akan membuka Perguruan Tinggi Nahdlalul Ulama dengan 15 jurusan, sekarang dalam tahab study kelayakan,”ujar Fathul Anam ketua LP Maarif Sidoarjo seraya mengatakan salah satu pendirinya adalah M Nuh yang kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan. (Muslim/NU)

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: