Sinergi Wakaf, Zakat, dan CSR BUMN

Makassar - Dalam rangka membantu masyarakat miskin untuk mengakses layanan kesehatan, tiga lembaga bekerjasama untuk mewujudkan konsep kesehatan grati

Maybank Islamic Inginkan Pengurangan Pajak untuk Zakat dan Wakaf
BI Analogikan Dana Haji dengan Wakaf
Saham Wakaf Johor Tembus Rp159 Miliar

Makassar – Dalam rangka membantu masyarakat miskin untuk mengakses layanan kesehatan, tiga lembaga bekerjasama untuk mewujudkan konsep kesehatan gratis bagi warga miskin. Ketua Yayasan Wakaf (YW) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Mokhtar Noerjaya menyatakan, program ini terselelenggara atas kerjasama YW-UMI, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Pertamina Persero. “Bentuk konkritnya adalah pendirian rumah sehat dengan desain poliklinik,” Katanya.

Tujuan utamanya, tambah Mukhtar, adalah untuk membantu masyarakat miskin yang mau berobat tapi tidak tertampung di Rumah Sakit karena terkendala biaya. Rumah Sehat ini di bangun di atas tanah wakaf kompleks Rumah Sakit Ibnu Sina milik Yayasan Wakaf UMI, Jl Urip Sumohardjo, Makassar. “Peletakan batu pertama telah dilaksanakan sejak 29 September dan ditargetkan rampung pada Desember tahun ini atau paling lambat Januari tahun depan,” ujarnya.

Berdasarkan penjelasan dari Heri, Perwakilan Pertamina yang hadir saat peletakan batu pertama, program ini merupakan realisasi program CSR Pertamina bekerjasama dengan Baznas. “Mudah-mudahan rumah sehat ini akan sangat bermanfaat bagi kaum dhua’afa, khususnya mereka yang tidak mendapat pelayanan di Rumah Sakit,” harapnya.

Langkah ini didukung penuh oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Dalam sambutannya ketika meletakkan batu pertama, ia mengatakan bahwa ada 500 Milyar dana kesehatan tahun ini dianggarkan di Sulsel guna mendukung Kesehatan Gratis. “Karena itu hal ini sejalan dengan program pemerintah Sulsel,” katanya. 

Direktur Pelaksana Baznas Teten Kustiawan mengungkapkan, ada 10 pelayanan kesehatan yang diberikan sesuai standar nasional.Pelayanan tidak hanya dilakukan di dalam ruangan, tapi juga di luar ruangan. Pelayanan dalam ruang terdiri atas layanan dokter umum, unit gawat darurat, poliklinik gigi dan mulut, layanan dokter spesialis, serta konsultasi psikologi dan perkawinan.

Di rumah sehat ini juga dilengkapi unit farmasi,pelayanan ambulans, unit laboratorium, ruang rawat inap,dan khitan massal. “Orang miskin juga berhak mendapat fasilitas istimewa, termasuk ketika sedang sakit. Walaupun Rumah Sehat Baznas- Pertamina Makassar ini gratis,pelayanannya tidak asalasalan,” kata Teten Kustiawan.

Pembangunan rumah sehat ini menggunakan dana Rp3,2 miliar. Anggaran pembangunan gedung tersebut diperoleh dari bantuan PT Pertamina sebesar Rp 2 miliar dan sisanya berasal dari donatur Baznas. Sementara itu, lahan pembangunan disiapkan Yayasan Wakaf UMI. Rumah sehat ini akan melayani pasien miskin dengan sistem keanggotaan. Warga miskin cukup mendaftarkan diri menjadi anggota Rumah Sehat YW-UMI, Baznas, dan Pertamina dengan menyertakan surat keterangan tidak mampu dan fotokopi KTP.

Namun, tidak semua warga yang mengajukan diri akan diterima menjadi anggota. Pendaftar masih akan disurvei untuk memastikan kondisi ekonomi yang bersangkutan. Jika memenuhi kriteria yang dipersaratkan rumah sehat, pendaftar berhak menjadi anggota.

Selain pelayanan di dalam ruang di rumah sehat ini, juga akan dilaksanakan program di luar ruang, seperti produk sehat terpadu, masyarakat tanggap bencana, program komunitas sehat,program ukhuwah kesehatan, sentra kesehatan, program anak sekolah sehat, dan dokter keluarga prasejahtera. Rencananya, rumah sehat ini akan memiliki manajemen tersendiri di bawah pengawasan Yayasan Wakaf UMI dan Baznas. (au/si/umi/tt)

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: