Wakaf Selamatkan Pelajar SMP

Jatinangor - Para pelajar SMP Muhammadiyah Jatinangor bisa bernapas lega setelah pihak sekolah akan membangun ruang belajar bagi mereka di Kp. Bojonge

Posisi Bank dalam Wakaf Uang
Masih Ada Tanah Wakaf yang Tak Tercatat
Sumbangan Wakaf pada Peradaban Islam (3-habis)

Jatinangor – Para pelajar SMP Muhammadiyah Jatinangor bisa bernapas lega setelah pihak sekolah akan membangun ruang belajar bagi mereka di Kp. Bojongeureun, RT 01/RW 08, Desa Cibeusi, Kec. Jatinanggor, Kab. Sumedang. Sebelumnya para pelajar yang juga anak yatim piatu dan kaum duafa itu sempat ketar-ketir. Pasalnya, tempat belajar mereka, sebuah ruko di Jalan Raya Jatinangor, tidak diperbolehkan ditempati lagi oleh pemiliknya sejak Desember tahun lalu.

Kepastian tempat belajar baru bagi para pelajar tersebut didapat setelah seorang warga setempat, H. Maman Syamsudin mewakafkan tanahnya. Di atas tanah seluas 400 m2 tersebut rencananya akan dibangun 3 kelas dan sejumlah fasilitas untuk keterampilan.

Demikian disampaikan Ketua Komite SMP Muhammadiyah, Dudi Supardi didampingi Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah, A. Syarifudin, S.Hi. usai peletakan batu pertama pembangunan sekolah SMP Muhammadiyah Kreatif Jatinanggor (SMKJ), Rabu (16/2). “Alhamdullilah anak-anak nanti akan mendapat sekolah baru dengan adanya tanah wakaf dan berbagai sumbangan dari para donatur,” kata Dudi.

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya baru menerima kucuran dana sebesar Rp 55.500.000 untuk tahap awal pembangunan. Jumlah tersebut diperoleh dari Lembaga Zakat, Infak, dan Sedekah Nasional Muhammadiyah (Lazis MU) Rp 50 juta, H. Dedep Hambali selaku tokoh masyarakat sekaligus Ketua Badan Amil Zakat (BAZ) Kec. Jatinangor Rp 5 juta, dan dari kas BAZ Jatinanggor Rp 500 ribu. “Kita juga mendapat bantuan dua truk pasir serta bata merah dari pada dermawan,” katanya.

Disinggung soal perubahan nama sekolah dengan tambahan Kreatif Jatinanggor, Dudi menjelaskan, para siswa nantinya tidak hanya mendapat pelajaran formal, tapi juga diarahkan pada keterampilan khusus seperti menjahit, membuat pupuk serta meracik yoghurt. Acara peletakan batu pertama itu dihadiri Wakil Bupati Sumedang, Taufiq Gunawan dan sejumlah anggota DPR RI Kab. Sumedang serta unsur Muspika Jatinagngor.

Wabup Sumedang Taufik Gunawan menyatakan, sekolah tersebut perlu mendapat perhatian serius. Apalagi para pelajar di sana merupakan anak-anak tidak mampu. “Jadi kami berharap masyarakat Sumedang dan Jatinangor khususnya peduli terhadap sekolah semacam ini. Kita dari pemkab Insya Allah memberi bantuan Rp 25 juta,” sebutnya. (glmd)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: