Sosialisasi Wakaf Uang Harus Digenjot

Jakarta - Gerakan nasional wakaf uang yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 8 Januari 2010 lalu, terus bergulir. Wakil Ketua Badan P

BPN Kota Kendari Siapkan 450 Sertifikat Prona
Perwakilan BWI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Sulawesi Utara Terbentuk
Wakil Bupati Serang Sampaikan Berobat Kini Tak Perlu Jauh-Jauh, Sekarang Rumah Sakit Khusus Mata Sudah Ada di Banten

Jakarta – Gerakan nasional wakaf uang yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 8 Januari 2010 lalu, terus bergulir. Wakil Ketua Badan Pelaksana, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Mustafa Edwin Nasution, mengatakan, hingga akhir Mei ini dana wakaf yang terkumpul diperkirakan bisa mencapai Rp 2 miliar. Mustafa mengatakan, target yang ditetapkan BWI dalam kurun waktu setahun setelah pencanangan gerakan wakaf uang adalah sebesar Rp 100 miliar. Ia merasa belum puas dengan jumlah dana yang telah berhasil terkumpul. ”Melihat besarnya wakaf yang diperoleh, kami menilai penggalangan termasuk agak lambat. Berat di sosialisasi.”

Wakaf uang, jelas dia, merupakan hal baru sehingga perlu penjelasan yang sangat masif kepada masyarakat. ”Potensi wakaf uang pun sebenarnya sangat besar, namun masyarakat perlu penjelasan gamblang apa yang dimaksud dengan wakaf uang.”

Mereka ingin tahu juga bagaimana nantinya dana wakaf itu didayagunakan. Menurut Mustafa, BWI berupaya lebih masif menyosialisasikan wakaf uang kepada masyarakat dengan beragam cara. Termasuk, ke berbagai daerah yang memiliki potensi besar wakaf uang. BWI, telah memiliki dua perwakilan, yaitu di Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

Dengan berdirinya perwakilan, sosialisasi bisa mereka lakukan. Jadi, jarak kepada masyarakat lebih dekat. Sebenarnya, ada sejumlah wilayah lain yang dijadikan target BWI, yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, Gorontalo, maupun Riau. ”Yang lebih siap dulu memang Jawa Timur dan Kalimantan Timur,” kata Mustafa.

Mustafa mengungkapkan, dalam waktu dekat ini perwakilan DKI Jakarta akan segera berdiri. Ia menambahkan, langkah sosialisasi juga coba digalang dengan sejumlah bank penerima setoran wakaf uang. Bank, kata dia, bisa membantu menjelaskan mengenai program wakaf uang.

Sebenarnya, ungkap dia, perlu langkah lebih masif agar masyarakat semakin tahu tentang wakaf uang. Namun, untuk sementara ini hal tersebut belum bisa sepenuhnya dilakukan karena BWI menghadapi kendala dalam melakukannya. ”Kendala klasik yang kami hadapi adalah soal dana untuk sosialisasi,” ujarnya.

Meski dihadang kendala, Mustafa yakin target perolehan wakaf uang sebesar Rp 100 miliar pada akhirnya bisa dicapai. Di sisi lain, ia mengatakan, kemungkinan dana wakaf yang telah terkumpul, ada yang didayagunakan untuk proses pembangunan rumah sakit ibu dan anak di Serang, Banten.

BWI berharap pada Juli nanti, rumah sakit tersebut selesai dibangun dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Di tempat terpisah, Ketua Divisi Hubungan Masyarakat BWI, Masykuri Abdillah, mengungkapkan, sosialisasi akan terus dilakukan untuk menopang penggalangan wakaf uang.

Sosialisasi ini dilakukan, baik di tingkat atas yaitu di kalangan pejabat pemerintah dan pengusaha maupun di kalangan bawah, yaitu masyarakat. Pada awal Juni nanti, jelas Masykuri, akan digelar malam wakaf uang. Kegiatan ini berkoordinasi dengan Wakil Presiden Boediono.

Diharapkan melalui acara tersebut, kata dia, bisa terkumpul wakaf uang dari para menteri, pejabat pemerintah, dan pengusaha yang diundang.

”Kami berharap para pejabat menjadi contoh bagi masyarakat dalam memberikan wakaf uang,” ujar Masykuri. (republika)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: