BWI Gelar Rakornas Guna Tingkatkan Pertumbuhan Wakaf Nasional

BWI Gelar Rakornas Guna Tingkatkan Pertumbuhan Wakaf Nasional  - Sukseskan Rakornas BWI scaled - BWI Gelar Rakornas Guna Tingkatkan Pertumbuhan Wakaf Nasional

Dalam rangka memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia bermartabat, Badan Wakaf Indonesia menggelar rapat koordinasi nasional (Rak

Terima Kunjungan BWI Tulungagung, Komisioner Beri Masukan Pengembangan
Milenial Depok Kembangkan Inovasi Wakaf Hidroponik
Dr. Fahrurroji, MA, LC: Inovasi Wakaf Produktif

Dalam rangka memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia bermartabat, Badan Wakaf Indonesia menggelar rapat koordinasi nasional (Rakornas) 10-12 Desember 2019 di Hotel Aryaduta, Jakarta. Rencana kegiatan tersebut dihadiri sekitar 250 peserta dari berbagai intansi yang konsen dalam perkembangan wakaf di Indonesia.

Sarmidi Husna selaku Sekretaris Badan Wakaf Indonesia menilai perkembangan perwakafan di Indonesia kian pesat dan dinamis sekarang ini. “Wakaf kedepan akan semakin dinamis seiring semakin banyaknya orang yang berniat wakaf untuk membantu kesejahteraan masyarakat lainnya,” katanya.

Kondisi ini diperkirakan akan terus berkembang  seiring dengan semakin semaraknya  gerakan sosialisasi, edukasi dan literasi wakaf yang dilakukan secara beragam dan progresif oleh pegiat wakaf Indonesia di tahun-tahun mendatang. Meski perwakafan nasional mengalami perkembangan yang menggembirakan, namun tak bisa dipungkiri peran dan kontribusi wakaf terhadap perekonomian nasional belum signifikan.

BWI mengungkapkan wakaf mampu berperan sebagai pilar penting dalam membantu Indonesia menghadapi kondisi ekonomi dunia yang semakin rentan, takpasti, kompleks, dan ambigu. “Wakaf berperan sebagai pilar penting dalam membantu Indonesia di tengah kondisi ekonomi dunia yang semakin rentan dan ketidakpastian,” jelas Sarmidi Husna.

Namun, kontribusi wakaf yang masih minim ini tidak menggambarkan kondisi dan potensi besar wakaf yang strategis dalam menopang perekonomian Indonesia sekarang dan di masa depan. Penyebabnya memang sangat komplek, terutama soal pengembangan berbagai sektor dalam penciptaan ekosistem perwakafan yang belum optimal. Regulasi yang belum mampu merespon perkembangan zaman. Pemahaman dan literasi (wakaf) masyarakat yang sangat terbatas, kualitas SDM pengelola dan pegiat wakaf yang masih minim.

Diharapkan dengan diadakannya Rakornas (rapat koordinasi nasional) 2019, dapat membuka petajalan (roadmap) perwakafan nasional menemukan arah yang tepat sehingga mampu memberikan kontribusi besar terhadap akselerasi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan perekonomian nasional.

Penulis : Taufiq
Editor   : Khayun

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: