Dana Wakaf untuk Mahasiswa Asing

 Malaysia (22/5/08) | Ratusan mahasiswa muslim dari berbagai negara kini bisa menikmati bantuan dana wakaf dari perguruan tinggi terkenal di Mala

Awqaf SA: Indonesia Harus Memimpin Perwakafan Dunia
Gelar Workshop Pembinaan Nazhir, BWI Harap Tingkat Laporan Pengelolaan Wakaf Meningkat
Sambut Ramadan dengan Konsisten Berwakaf

 

Malaysia (22/5/08) | Ratusan mahasiswa muslim dari berbagai negara kini bisa menikmati bantuan dana wakaf dari perguruan tinggi terkenal di Malaysia, International Islamic University Malaysia (IIUM). "Yayasan ini menyediakan bantuan finansial bagi mahasiswa yang membutuhkan," ujar Arbes, mahasiswa dari Bosnia Herzegovina. Ia mempelajari Arsitektur dan Disain Lingkungan di IIUM, yang menawarkan program akademi yang mengintegrasikan sains Islam ke dalam sains manusia.

 

Lantaran keinginan untuk membantu mahasiswa asing dalam mendapatkan pendidikan, IIUM meluncurkan Dana Amal IEF yang juga dikenal sebagai Dana Wakaf, sejak 15 Maret 1999. 

 

Selama bertahun-tahun, IEF banyak membantu mahasiwa muslim dari negara asing, termasuk negara non-muslim yang memiliki minoritas muslim, untuk belajar S1 dan S2 di IIUM.

Sekalipun uang masuk kuliah didasarkan pada kualifikasi akademik mahasiwa. Pihak universitas juga mempertimbangkan perilaku moral sesuai ajaran Islam, penilaian terhadap mahasiswa yang dianggap layak untuk mendapatkan bantuan.

Tergantung pada standar finansial mahasiswa, bantuan itu untuk menutupi biaya kuliah dan akomodasi atau bisa juga termasuk biaya hidup.

Selama tahun 2006-2007, sudah 18.815 mahasiswa, termasuk 2.762 dari 90 negara, yang mendaftar di IIUM.

Dana wakaf menyediakan bantuan finansial dalam bentuk pinjaman untuk 1.300 mahasiswa dari negara muslim.

Pengenalan Dana Bantuan IIUM ini mirip dengan wakaf yang dikeluarkan Universitas Al-Azhar dan yayasan pemberi bantuan dari sejumlah universitas di AS dan Inggris.

Bantuan IEF berasal dari lembaga lokal dan internasional, selain juga individu. Pangeran Al Waleed bin Talal bin Abdul Aziz Al Saud, salah satu pria terkaya di dunia menurut majalah Forbes, juga menyumbang satu juta dolar ke yayasan. (islmonln/ht)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: