JAKARTA, BWI.go.id – Badan Wakaf Indonesia (BWI) secara resmi menggelar kegiatan Waqf Site Visit & International Community Service (PKM) pada (13–14/10/2026) di Bandung, Jawa Barat. Forum ini diselenggarakan sebagai wadah pembelajaran dan pertukaran pengetahuan internasional yang mempertemukan akademisi, regulator, dan praktisi wakaf.Yang merupakan salah satu rangkaian dari helat utama, The 2nd Global Conference On Waqf Development (GLOW) BWI 2026 Agenda utama kegiatan ini berfokus pada penguatan pengembangan wakaf produktif, inovasi pengelolaan aset, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dalam ekosistem wakaf.
Kegiatan skala internasional ini berhasil menghimpun 66 peserta yang berasal dari Indonesia, Nigeria, Uzbekistan, Filipina, Singapura, dan Malaysia. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara baik secara langsung di lokasi (on-site) maupun secara daring (online). Rangkaian program disusun secara komprehensif, mencakup forum internasional, pemaparan materi ahli, diskusi interaktif, kunjungan lapangan, hingga aksi pengabdian masyarakat.
Salah satu agenda krusial dalam program ini adalah kunjungan lapangan ke Land of Wakaf–Teras Lembang untuk meninjau secara langsung praktik terbaik pengelolaan aset. Di lokasi ini, peserta mempelajari model pengembangan aset wakaf yang ditransformasikan menjadi kawasan wisata halal terintegrasi. Kawasan ini berhasil menggabungkan empat pilar utama, yaitu aspek ekonomi, edukasi, spiritualitas, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui sesi pemaparan di Land of Wakaf–Teras Lembang, para peserta memperoleh gambaran nyata mengenai diversifikasi unit usaha berbasis wakaf. Berbagai fasilitas telah dikembangkan di kawasan ini, meliputi agrowisata, fasilitas kuliner, pusat pelatihan, serta atraksi edukatif dan spiritual. Pendekatan inovatif ini membuktikan bahwa pengelolaan wakaf produktif mampu menjaga keberlanjutan aset sekaligus menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain Lembang, peserta juga melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Daarut Tauhiid untuk mendalami model wakaf produktif yang terintegrasi. Praktik di pesantren ini memperlihatkan sinergi yang kuat antara pengelolaan wakaf produktif dengan kegiatan dakwah, pendidikan, sosial, dan penguatan ekonomi umat. Sebagai wawasan pelengkap, forum ini juga menghadirkan pemaparan komparatif mengenai praktik pengelolaan wakaf di Filipina sebagai bahan pembelajaran tata kelola lintas negara.
Sesi diskusi ilmiah dalam forum ini menaruh perhatian besar pada isu digitalisasi wakaf dan perkembangan Islamic Financial Technology ( Islamic FinTech ). Topik yang dibahas mencakup penerapan platform digital, sistem pembayaran berbasis QR, pencatatan transaksi yang terintegrasi, hingga pengelolaan data donatur. Pemanfaatan teknologi ini dipandang vital untuk memperluas akses masyarakat dalam berwakaf, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas lembaga.
Komitmen terhadap kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan turut diwujudkan secara nyata dalam rangkaian agenda pengabdian masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, disalurkan donasi kepada 15 anak yatim dan dhuafa serta dilakukan penanaman 10 pohon di kawasan Land of Wakaf–Teras Lembang. Langkah ini mencerminkan komitmen BWI untuk menyelaraskan pengembangan ekonomi wakaf produktif dengan pilar filantropi sosial dan keberlanjutan ekologi.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, BWI berharap dapat memperkuat jejaring dan kolaborasi lintas sektor serta lintas negara antara regulator, akademisi, dan praktisi wakaf. Integrasi antara inovasi bisnis, tata kelola yang akuntabel, pemanfaatan teknologi digital, dan orientasi dampak sosial diharapkan dapat mendorong pengelolaan aset wakaf yang lebih profesional, produktif, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat
Siaran Pers PSTD BWI

