BWI.GO.ID – Badan Wakaf Indonesia (BWI) secara resmi memulai Rapat Kerja (Raker) Program 2026 yang berfokus pada agenda Penguatan Kelembagaan BWI secara berkelanjutan. Acara yang dibuka langsung oleh Ketua BWI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, ini bertujuan memastikan peran strategis wakaf dalam pembangunan nasional dapat berjalan optimal.
Raker yang digelar di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, pada 6-8 Februari 2026 ini menjadi momentum bagi BWI untuk mengevaluasi kinerja dan merumuskan langkah-langkah strategis ke depan.
Audit Kinerja sebagai Pijakan Transformasi
Prof. Kamaruddin Amin dalam arahannya mengakui, meski BWI memiliki kewenangan besar dalam pengelolaan wakaf nasional, masih terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya evaluasi yang jujur dan terukur.
Salah satu langkah penting yang akan dilakukan adalah audit kelembagaan dan audit kinerja. Menurutnya, audit ini krusial sebagai bahan evaluasi agar BWI tetap berada di jalur transformasi yang positif.
“Audit ini penting untuk melihat sejauh mana transformasi yang sudah tercapai dan apa saja yang belum. Ke depan, Rapat Kerja akan dijadikan sebagai pijakan langkah strategis peningkatan kinerja BWI,” jelas Kamaruddin.
Perkuat Struktur dan Kapasitas SDM
Selain audit internal, Penguatan Kelembagaan BWI juga menyasar struktur organisasi dan sumber daya manusia (SDM). Salah satu usulan yang mengemuka adalah menjadikan BWI sebagai Satuan Kerja (Satker) untuk memperkuat sinergi lintas lembaga.
“Kolaborasi lintas lembaga harus diperkuat agar peran BWI bisa berjalan lebih efektif dan berdampak luas,” ujarnya.
Di sisi pengembangan SDM, BWI menargetkan program ambisius pada tahun 2026. Melalui pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), BWI akan menyelenggarakan program sertifikasi bagi 1.000 nazhir (pengelola wakaf). Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan profesionalisme pengelolaan wakaf di seluruh Indonesia secara signifikan.
Sinergi Ekosistem dan Branding untuk Jangkauan Luas
Lebih lanjut, Kamaruddin menekankan pentingnya membangun sinergi dalam ekosistem wakaf nasional. BWI akan proaktif menjalin kerja sama strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk merumuskan program-program konkret yang dapat meningkatkan potensi wakaf nasional.
Untuk memperkuat citra dan peran kelembagaan di mata publik, BWI juga akan meningkatkan aktivitas branding dan promosi. Beberapa program yang direncanakan antara lain promosi melalui media ruang publik yang didukung CSR dan penyelenggaraan acara Waqf Run sebanyak dua kali dalam setahun.
“Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap wakaf sebagai instrumen ekonomi dan sosial,” tutup Kamaruddin.

