Tingkatkan Pengetahuan Refraksionis Tenaga Medis, RS Mata Achmad Wardi BWI Gelar Pelatihan Myopia Screening Center

Tingkatkan Pengetahuan Refraksionis Tenaga Medis, RS Mata Achmad Wardi BWI Gelar Pelatihan Myopia Screening Center  - IMG 20211209 WA0003 - Tingkatkan Pengetahuan Refraksionis Tenaga Medis, RS Mata Achmad Wardi BWI Gelar Pelatihan Myopia Screening Center

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan mengenai refraksionis, RS Mata Achmad Wardi BWI menggelar seminar dan Workshop myophia Screening Center bagi ten

Wakaf Bersifat Sustainable
Dr. Hendri Tanjung Sampaikan Paparan Manajemen Wakaf Dalam Forum Wakaf Dunia 2020
Integrasi Wakaf dan Sistem Pembayaran Digital

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan mengenai refraksionis, RS Mata Achmad Wardi BWI menggelar seminar dan Workshop myophia Screening Center bagi tenaga medis Puskesmas dan Klinik Se-Kabupaten Serang di Banten, Pada Selasa (07/12/2021).

Sebanyak 17 perwakilan Puskesmas dan 54 Klinik Se-Kabupaten Serang mengikuti Seminar dan Workshop Myopia Screening Center yang di adakan Bertempat di RM Cibiuk, Kelapa Dua Kota Serang.

Acara Seminar dan Workshop ini merupakan salah satu upaya dari RS Mata Achmad Wardi BWI untuk memberikan kebermanfaatan ilmu mengenai myopia yang dimana khasus tersebut sangat tinggi terjadi di wilayah Banten.

Salah satu peserta Seminar dan Workshop Romaita Saragih, SKM dari Klinik Annisa Ciruas sangat mengapresiasi RS Mata Achmad Wardi BWI karena telah meningkatkan  kemampuannya dalam  mendeteksi penyakit myopia lewat seminar dan Workshop ini.

“Saya sangat senang sekali dengan adanya pelatihan ini, karena sangat bermanfaat dan menambah ilmu tentang Myopia,” ungkap Annisa.

Myopia merupakan penyakit mata yang menduduki peringkat kedua setelah katarak yang paling banyak diderita oleh masyarakat, khususnya Provinsi Banten. Myopia adalah kondisi mata yang menyebabkan objek yang letaknya dekat terlihat jelas, sementara objek yang letaknya jauh terlihat kabur. Tingkat keparahan rabun jauh sangat beragam dan berbeda-beda pada tiap penderita. Pengidap rabun jauh yang ringan umumnya tidak membutuhkan penanganan khusus. Namun, rabun jauh yang tergolong parah akan mempengaruhi kemampuan melihat pengidapnya bahkan bisa saja menyembabkan kebutaan sehingga harus ditangani dengan tindakan medis yang tepat dan tidak bisa hanya dengan mengkonsumsi obat.

Ditempat yang sama, Dr Badrus Sholeh, M.Kes selaku direktur utama RS Mata Achmad Wardi BWI sangat berterima kasih kepada stackholder yang telah support kegiatan ini seperti Dinkes Kab Serang, BPJS Kesehatan, Pemkab Kab. Serang dan IROPIN Provinsi Banten. Harapanya dengan kegiatan ini bisa terus meningkatkan keahlian tenaga medis di provinsi Banten mengenai Myopia.

Dalam acara kali ini Pemerintah Kabupaten Serang yang di waklili oleh dr Rachmat Setiadi, MARS. Menegaskan bahwa kegiatan seminar dan workshop ini sangat bermanfaat untuk para petugas yang ada di puskesmas dan klinik se-Kabupaten Serang. Bahkan kalau perlu di puskesmas-puskesmas juga bisa langsung pemeriksaan dan pengadaan kacamata, sehingga masyarakat tidak perlu harus ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan lanjutan. Pungkasnya.

Acara tersebut di hadiri juga dari IROPIN Provinisi Banten Bapak Fetrix Livanos dan Bapak Dasrial, SE, Ak, MSI, AAAK selaku Kepala Cabang BPJS Kesehatan Serang. Harapan dari kegiatan ini bisa bersama-sama memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

Selain itu, Pemberian Alat Wakaf Trail Lens juga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh petugas medis dari Puskesmas dan Klinik se-Kabupaten Serang. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi untuk mendapatkan layanan refraksi secara dasar.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: