Gelar WGTC Virtual 2021, BWI Ajak Forum Jurnalis Bantu Literasi Wakaf

Gelar WGTC Virtual 2021, BWI Ajak Forum Jurnalis Bantu Literasi Wakaf  - IMG 20210505 WA0053 - Gelar WGTC Virtual 2021, BWI Ajak Forum Jurnalis Bantu Literasi Wakaf

Badan Wakaf Indonesia menggelar Wakaf Goes To Campus Virtual 2021 melalui virtual zoom meeting pada, Rabu (05/05/2021). Pada kesempatan itu, Badan

Wakaf Produktif Bisa Jadi Solusi Dalam Pengentasan Kemiskinan
BWI Gelar Rakornas Guna Tingkatkan Pertumbuhan Wakaf Nasional
Press Release Badan Wakaf Indonesia Resmikan Retina Center Bersama Dhompet Dhuafa

Badan Wakaf Indonesia menggelar Wakaf Goes To Campus Virtual 2021 melalui virtual zoom meeting pada, Rabu (05/05/2021).

Pada kesempatan itu, Badan Wakaf Indonesia (BWI) meluncurkan Forum Jurnalis Wakaf Indonesia. Forum ini muncul dari aspirasi sejumlah jurnalis yang ingin mangarusutamakan wakaf di masyarakat.

Ketua Badan Wakaf Indonesia Prof Muhammad Nuh mengharapkan forum ini nantinya ikut membantu BWI menyebarkan informasi soal wakaf. “Ingin membuat sistem perwakafan dikenal masyarakat. Kemudian juga menggandeng publik figur,” kata Prof Muhammad Nuh, Rabu (05/05/2021).

Prof Nuh mengatakan pemanfaatkan teknologi digital sebagai ekosistem perwakafan tidak bisa dipilih tapi merupakan keharusan. “Alhamdulillah di perwakafan nasional telah melakukan dan akan terus transformasi digital,” ujarnya.

BWI juga meluncurkan Forum Penggiat Wakaf Milenial. Menurut Nuh, era baru perwakafan adalah tampilnya kampus atau para mahasiswa ikut bersama dalam gerakan wakaf. Karena kampus itu satu-satunya sistem yang memiliki proses regenerasi yang baik sekali. Setiap tahun masuk generasi muda, setiap tahun keluar dan Memiliki tradisi akademik yang baik.

“Generasi milenial meggerakkan wakaf, ini era baru. Sebelumnya digerakkan orang sepuh, yang tinggal di dekat masjid. Sekarang juga melibatkan mahasiswa,” kata Nuh.

Ketua Forum Jurnalis Wakaf Indonesia (Forjukafi) Wahyu Muryadi mengatakan forum ini untuk membantu Badan Wakaf Indonesia untuk memasyarakatkan wakaf, bahkan juga untuk mengembangkan ekosistem perwakafan nasional. “Terus terang saja wakaf masih belum banyak dikenal dan masih kalah populer dibanding zakat, infak, dan shodaqoh,” ujarnya.

Kedepan, forum ini bertekad untuk membuat ekosistem perwakafan nasional menjadi sangat baik. “Kami dorong semua lapisan masyarakat, para pengambil keputusan dari pemerintah maupun selebriti dan semua pihak untuk bersama-sama berwakaf dan mendonasikan hartanya untuk menghidupkan ekosistem wakaf di Indonesia,” ujarnya.

Untuk itu, Wahyu meminta doa restu agar Forum Jurnalis Wakaf pertama di Indonesia bahkan di dunia ini benar-benar membawa kemaslahatan dunia dan akhir.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: