Membangun Rumah Akhirat Melalui Wakaf

Membangun Rumah Akhirat Melalui Wakaf  - Merencanakan Rumah Akhirat dengan Wakaf 1 - Membangun Rumah Akhirat Melalui Wakaf

Memiliki pendapatan yang cukup dan mengalihkannya dengan berinvestasi atau membeli kebutuhan yang sudah diincar adalah suatu kebanggaan. Namun, percay

Digitalisasi Bisa Tingkatkan Antusias Wakaf pada Kaum Milenial
Gerakan Nasional Wakaf Uang Sebagai Momentum Penguatan Peran Wakaf
Wakaf Sebagai Pendorong Perekonomian Masyarakat

Memiliki pendapatan yang cukup dan mengalihkannya dengan berinvestasi atau membeli kebutuhan yang sudah diincar adalah suatu kebanggaan. Namun, percayalah bahwa apa yang Anda dapatkan saat ini sifatnya hanya sementara.

Untuk itu, ada baiknya jika Anda menginvestasikan dana tersebut untuk rumah di akhirat. Ya, mendengar kata investasi, mungkin kita akan langsung berpikir tentang proses penanaman modal untuk mendapatkan keuntungan lebih di kemudian hari.

Berbeda dari berinvestasi di bayangan Anda, berinvestasi untuk rumah di akhirat bisa dilakukan dengan cara mewakafkan harta benda karena akan lebih besar pahalanya daripada bersedekah biasa, karena manfaatnya pun lebih besar. Pahalanya akan terus mengalir kepada wakafnya meskipun dia telah meninggal.

Bagi siapa pun yang berharap dapat menabung untuk akhirat kelak, mulailah dengan merencanakannya sejak dini. Bagaimana caranya?

Berikut ini beberapa hal yang bisa kita persiapkan dalam merencanakan rumah akhirat:

Menentukan waktu

Sama seperti pembelian rumah yang perlu menentukan waktu pelunasan, entah dalam tempo 10, 15, atau 20 tahun, demikian juga dengan wakaf, kita memerlukan target waktu, kapan ingin melakukan wakaf? Juga spesifikasi lainnya seperti berwakaf dalam bentuk apa? Ingin mempercayakan pengelolaannya pada siapa?

Jangan sekadar menjadikan wakaf sebagai angan-angan kosong belaka. Tanpa target waktu, bisa dipastikan tiap kali ada rezeki lebih, kita tetap tak ingat mengalokasikannya untuk dana wakaf.

Bersedekah (terutama berwakaf) adalah salah satu jalan menabung untuk akhirat. Jadi, kapan kita berencana untuk memilikinya?

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: