YOGYAKARTA, BWI.go.id — Badan Wakaf Indonesia (BWI) terus berkomitmen mendorong penguatan tata kelola dan pengembangan aset wakaf secara produktif di Indonesia. Komitmen tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua BWI, Dr. KH. Ahmad Zubaidi, MA., saat hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan Pra-Musyawarah Daerah (Pra-Musda) Ke-XI Majelis Ulama Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta
Kegiatan seminar Pra-Musda yang mengusung tema “Menggali Potensi Ekonomi Umat untuk Kesejahteraan Bangsa” ini diselenggarakan di Aula Kantor DPD-RI DIY, Yogyakarta, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Acara ini diawali dengan sambutan dari Anggota DPD DIY, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., serta secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Umum MUI DIY, Dr. KH. A. Zuhdi Muhdhor, SH. Forum strategis tersebut dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang terdiri atas pengurus MUI DIY, MUI kabupaten/kota se-DIY, perwakilan ormas Islam, BWI DIY, LAZIS, MES, BAZNAS kabupaten/kota, perwakilan BMT, serta akademisi.
Dalam pemaparannya yang bertajuk “Dinamika dan Penguatan Lembaga Wakaf di Indonesia”, Dr. KH. Ahmad Zubaidi, MA. memaparkan bahwa potensi wakaf uang nasional di Indonesia sangat besar, yakni mencapai Rp180 T. Potensi tersebut bersumber dari berbagai sektor strategis, di antaranya wakaf uang dari calon pengantin, ASN kementerian/lembaga, pegawai BUMN, pegawai swasta, jamaah haji dan umrah, diaspora di luar negeri, nasabah LKSPWU, hingga dana abadi lembaga pendidikan dan CSR perusahaan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penghimpunan wakaf uang nasional menunjukkan tren peningkatan yang positif. Pengelolaan dana abadi perguruan tinggi tinggi dan lembaga Islam kini juga mulai diinvestasikan ke dalam instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), baik melalui Sukuk Wakaf Ritel maupun Private Placement.
Sebagai bukti nyata suksesnya pengembangan aset wakaf produktif, Dr. KH. Ahmad Zubaidi mencontohkan keberhasilan RS Mata Achmad Wardi. Rumah sakit wakaf ini diinisiasi melalui investasi Wakaf Uang dalam instrumen Sukuk Negara (CWLS) secara Private Placement senilai Rp50,849 miliar. Hingga kini, fasilitas kesehatan tersebut telah melayani 146.350 pasien, memberikan manfaat bagi 2.670 pasien katarak gratis, serta mencatatkan total laba periode 2018–2023 lebih dari Rp18 miliar.
Selain menghadirkan pimpinan BWI, acara Pra-Musda XI MUI DIY ini juga menghadirkan narasumber lain, yaitu Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si. yang memaparkan materi tentang potensi ZIS untuk kemaslahatan umat di DIY, serta Prof. Dr. Drs. H. Makhrus Munajat, S.H., M.Hum. yang mengupas pandangan syariah terhadap akad-akad muamalah kontemporer. Melalui penyelenggaraan Pra-Musda ini, diharapkan dapat dirumuskan masukan strategis serta rekomendasi nyata guna memperkuat kemandirian dan pengembangan ekonomi umat di tingkat regional maupun nasional
Penulis : Mirwan Fahmi
Editor : Taufiq H

