BerandaArtikelDalam GLOW, Ketua BWI Dorong Wakaf Jadi Mesin Pembangunan Berkelanjutan

Dalam GLOW, Ketua BWI Dorong Wakaf Jadi Mesin Pembangunan Berkelanjutan

-

Ketua BWI di GLOW: Dorong Wakaf Jadi Mesin Pembangunan Berkelanjutan Global

Gelaran Forum Internasional Global Conference on Waqf Development (GLOW) seri ke-2 resmi dibuka pada Kamis (15/10/2026) di Jakarta Convention Center (JCC). Forum ini menjadi momentum krusial bagi transformasi ekosistem wakaf dunia.

Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA, dalam pidato kuncinya mengusung tema “Transforming Waqf into a Global Engine of Inclusive and Sustainable Development“. Beliau mendorong pergeseran paradigma agar wakaf tidak lagi sekadar dipandang sebagai lembaga filantropi Islam tradisional, melainkan berevolusi menjadi mesin utama keadilan sosial dan pembangunan ekonomi global.

Posisi Strategis Ekonomi Syariah Indonesia

Dalam peta ekonomi syariah global, posisi Indonesia semakin diperhitungkan. Hal ini dibuktikan dengan raihan peringkat keempat dunia pada laporan State of the Global Islamic Economy Report 2025. Capaian ini memperkuat urgensi integrasi antara sektor keuangan komersial dan sosial Islam, salah satunya melalui inovasi instrumen seperti Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) dan Cash Waqf Linked Deposit.

Kamaruddin menegaskan, kekuatan utama wakaf terletak pada kemampuannya menjaga keutuhan aset pokok sekaligus memproduksi manfaat sosial-ekonomi yang mengalir lintas generasi.

Dari Fasilitas Keagamaan Menuju Wakaf Produktif

Selama ini, pemanfaatan wakaf di Indonesia mayoritas didominasi oleh fasilitas keagamaan seperti masjid, madrasah, dan pemakaman. Kini, BWI mengawal transformasi menuju wakaf produktif yang menyasar langsung sektor riil. Pendedikasian lahan wakaf mulai diarahkan untuk sektor pertanian, pusat industri kecil, klinik kesehatan terjangkau, hingga suntikan modal bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Langkah ini diharapkan efektif membuka lapangan kerja baru dan mengentaskan kemiskinan, dengan tetap mematuhi prinsip manajemen risiko yang ketat, perlindungan aset, dan kepatuhan syariah.

Lima Prioritas Transformasi Kelembagaan BWI

Menjawab tantangan pengelolaan yang lebih masif, BWI melakukan transformasi kelembagaan dari sekadar fungsi pengawasan administratif menjadi akselerator nasional wakaf produktif. Terdapat lima prioritas utama dalam langkah strategis ini:

  • Peningkatan profesionalisme dan sertifikasi Nazhir.
  • Percepatan proyek-proyek wakaf produktif.
  • Integrasi ke dalam ekosistem keuangan syariah nasional.
  • Digitalisasi data wakaf secara menyeluruh.
  • Penguatan kemitraan strategis di tingkat internasional.

Kolaborasi Global untuk Mewujudkan SDGs

Guna mempercepat pencapaian dampak di skala global, BWI menggarisbawahi pentingnya pertukaran praktik terbaik antarotoritas wakaf dunia. Penerapan standar seperti Waqf Core Principles serta adopsi teknologi digital menjadi kunci utama untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik.

Sebagai penutup, Kamaruddin menekankan bahwa wakaf sangat relevan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Forum GLOW 2026 ini diharapkan mampu memicu jaringan riset bersama, harmonisasi regulasi, dan replikasi model proyek wakaf sukses demi mengubah tradisi filantropi menjadi sistem pemberdayaan berkelanjutan bagi kemanusiaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru