Tanah wakaf bukan lagi sekadar lahan tidur pada saat ini. Melalui pengelolaan berbasis ekonomi produktif, Pondok Pesantren Nurul Ummah Dua (Nurmuda) Wates, Kulon Progo, berhasil mengelola tanah wakaf menjadi lahan produktif.
Hal ini terlihat dalam Panen raya melon wakaf produktif pada Selasa 15 September 2026. Agenda ini menjadi milestone penting dalam optimalisasi aset keagamaan untuk kesejahteraan masyarakat lokal.
Panen raya ini dihadiri langsung oleh Ketua Divisi Pembinaan dan Pengawasan Nazhir BWI Dede Haris Sumarno, SE, MM, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., didampingi Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag. M.Pd., serta Kepala Kanwil Kemenag DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H. M.Hum.
Ketua Divisi Pembinaan dan Pengawasan Nazhir BWI Dede Haris Sumarno, SE, MM, mengatakan Wakaf produktif merupakan salah satu bentuk pengelolaan wakaf yang memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat. Jika selama ini wakaf lebih banyak dipahami dalam bentuk tanah untuk masjid, madrasah, atau makam, konsep wakaf produktif mendorong aset wakaf agar dikelola secara aktif sehingga menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu bentuk pengembangan yang menarik adalah pemanfaatan lahan wakaf untuk budidaya melon premium. Melalui pengelolaan pertanian yang modern dan profesional, lahan wakaf dapat menghasilkan panen bernilai tinggi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Salah satu bentuk pengembangan pemanfaatan lahan wakaf adalah untuk budidaya melon premium. pengelolaan pertanian yang modern dan profesional bisa membuat lahan wakaf dapat menghasilkan panennya bernilai tinggi yang bermanfaat bagi masyarakat,” Kata Dede.
Menambahkan, Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo, Wahib Jamil, menegaskan keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menjadi peluang besar bagi produk berbasis wakaf.
“Saat ini Kulon Progo berada pada posisi yang strategis dengan adanya bandara internasional. Kami berharap produk-produk UMKM berbasis wakaf akan mampu bersaing dengan produk lainnya,” ujarnya.
![]()

