Badan Wakaf Indonesia (BWI) menggelar Sosialisasi Call for Project 2nd Global Conference on Waqf Development (GLOW) 2026 pada Senin (10/8/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Waqf Investor Forum 2nd GLOW @ ISEF 2026.
Kegiatan ini menyasar nazhir wakaf tanah dan wakaf uang, pengelola bisnis, lembaga atau institusi, pemilik proyek produktif, serta masyarakat yang memiliki inisiatif mengembangkan usaha berbasis wakaf.
Ketua Divisi Pengembangan Strategis dan Transformasi Digital Badan Wakaf Indonesia Ir. Arief Rohman Yulianto, M.M dalam pemaparannya menekankan pentingnya pengembangan aset wakaf menjadi proyek produktif yang mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Menurutnya, wakaf produktif memiliki keunggulan dari sisi struktur biaya karena aset seperti tanah, bangunan, dan peralatan dapat berasal dari wakaf sehingga berpotensi mengurangi kebutuhan biaya akuisisi dan modal.
“Wakaf produktif itu bisnis yang sangat produktif, model bisnis yang sangat kompetitif,” ujar Arief.
Ia juga menekankan posisi nazhir sebagai pihak yang memiliki peran penting dalam memastikan aset wakaf dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Nazhir tidak hanya dituntut menjaga, tetapi juga harus mampu melihat peluang usaha dan mengelola secara profesional.
GLOW Buka Akses Proyek ke Investor
Call for Project 2nd GLOW 2026 menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan proyek wakaf produktif dengan jejaring investor, mitra strategis, dan sumber pendanaan.
Program tersebut menyasar proyek yang memiliki konsep usaha yang jelas, telah atau sedang berjalan, serta memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. Proyek terpilih berkesempatan memperoleh akses kepada jejaring investor dan mitra pendanaan, koneksi strategis, eksposur internasional, serta dukungan untuk pengembangan skala usaha.
Berbagai sektor strategis terbuka dalam Call for Project 2nd GLOW 2026, meliputi pertanian, fashion, food and beverage, pendidikan, kesehatan, properti, pariwisata, energi terbarukan, hingga manufaktur.
Program ini juga memprioritaskan proyek yang telah berjalan dan memiliki model pengelolaan yang profesional, mitra pengelola berbadan hukum, dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat, serta prospek pengembangan, perluasan skala, dan replikasi.
Melalui Call for Project 2nd GLOW 2026 ini, BWI berharap semakin banyak aset wakaf yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif.
Pengembangan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan pendapatan, tetapi juga memastikan manfaat wakaf dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekosistem wakaf nasional agar pengelolaan aset dilakukan secara lebih profesional dan mampu menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat.
Penulis : Syaikhuddin Bahri Al Fikry (Staf PSTD Badan Wakaf Indonesia)
Editor : Taufiq H.
![]()

