BerandaBeritaKemenkeu Beberkan Manfaat CWLS Bagi Perguruan Tinggi

Kemenkeu Beberkan Manfaat CWLS Bagi Perguruan Tinggi

-

Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Mochamad Agus Rofiudin mengatakan sukuk negara telah menjadi instrumen yang mempertemukan kepentingan investor dengan kepentingan pembangunan nasional. Agus menilai keberhasilan sukuk negara tidak semata-mata diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun pemerintah.

“Lebih dari itu, dana yang diperoleh melalui penerbitan sukuk negara harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pembangunan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Agus saat seminar bertajuk “Penguatan Literasi Keuangan Syariah dan Perluasan Manfaat Sukuk Negara di Lingkungan Perguruan Tinggi” di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Menurut Agus, manfaat sukuk negara dapat dilihat secara langsung melalui berbagai pembangunan infrastruktur dan fasilitas pelayanan publik. Ia mencontohkan pembangunan tersebut seperti jalan nasional, jembatan, jalur kereta api, bendungan, rumah sakit, madrasah, perguruan tinggi.

Indonesia Berhasil Kembangkan CWLS

Dia juga menyoroti keberhasilan Indonesia mengembangkan cash waqf linked sukuk (CWLS) yang mengintegrasikan instrumen keuangan sosial Islam dengan instrumen pembiayaan negara. Melalui instrumen tersebut, dana wakaf dapat dikelola secara produktif melalui investasi pada sukuk negara, sementara manfaat hasil pengelolaannya disalurkan untuk berbagai program sosial.

“Melalui instrumen ini, dana wakaf tidak hanya dipertahankan pokoknya, tetapi juga dikelola secara produktif melalui investasi pada sukuk negara, sehingga manfaat hasil pengelolaannya dapat disalurkan untuk mendukung berbagai program sosial,” sambung Agus.

Agus menilai CWLS menunjukkan keuangan syariah tidak hanya berbicara mengenai kepatuhan terhadap prinsip syariah, tetapi juga bagaimana instrumen keuangan mampu menghadirkan dampak sosial yang nyata. Dia berharap kolaborasi pemerintah, Badan Wakaf Indonesia, lembaga keuangan syariah, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat sehingga manfaat ekonomi dan keuangan syariah semakin luas dirasakan masyarakat.

Agus juga menyebut pemerintah dalam waktu dekat akan memasuki masa penawaran Sukuk Ritel SR025. Agus berharap momentum tersebut dapat meningkatkan literasi keuangan syariah sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pembangunan nasional.

“Target kita bukan hanya bertambahnya jumlah investor, yang lebih penting tumbuhnya investor yang memahami bahwa membeli sukuk ke negara berarti ikut membangun sekolah, ikut membangun rumah sakit, ikut membangun infrastruktur, ikut membangun masa depan Indonesia,” kata Agus.

Editor : Taufiq Dan Sigit Indra.P

 

Loading

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru