BerandaArtikelBI Luncurkan Gerakan Wakaf Pegawai BI, Menag Dan Wakil Ketua BWI Beri...

BI Luncurkan Gerakan Wakaf Pegawai BI, Menag Dan Wakil Ketua BWI Beri Apresiasi

-

Table of contents [hide]

Menandai pergantian tahun baru Islam, Bank Indonesia (BI) menggelar Acara Puncak Peringatan Muharram 1448 H sekaligus meresmikan peluncuran  “Gerakan Wakaf Pegawai BI” pada Rabu (24/6/2026).

Pada acara tersebut Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong Gerakan Wakaf Pegawai Bank Indonesia (BI) dapat menjadi salah satu contoh model penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional. Menurut Menag, wakaf tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga instrumen strategis untuk membangun kesejahteraan, memperkuat solidaritas sosial, dan mendorong kemajuan peradaban umat dikutip darai laman website kemenag.go.id pada Rabu 23/06/2026).

Hal diatas disampaikan Menag saat menghadiri peluncuran Gerakan Wakaf Pegawai Bank Indonesia yang dirangkaikan dengan tausiyah “Muharram Murobbi” di Masjid Jami’ Baitul Ihsan, Bank Indonesia, Jakarta.

Menag mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang meluncurkan Gerakan Wakaf Pegawai BI. Menurut Menag, gerakan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kesadaran kolektif untuk menjadikan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.

“Wakaf bukan sekadar amal sosial, tetapi bagian dari pembangunan peradaban. Wakaf memiliki daya transformasi yang sangat besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan sosial umat,” ujarnya di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Ditempat yangsama, Wakil Ketua BWI Dr. KH. Ahmad Zubaidi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pimpinan dan pegawai Bank Indonesia. Kehadiran gerakan ini membuktikan bahwa nilai-nilai Qur’ani dan semangat kepedulian sosial dapat diintegrasikan secara selaras di dalam institusi strategis negara. Serta menilai gerakan wakaf pegawai BI sebagai salah satu langkah konkret pembaruan paradigma wakaf Indonesia.

“Kontribusinya dalam merumuskan kebijakan, standar, dan praktik wakaf yang progresif yang telah mengubah persepsi masyarakat terhadap wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang dinamis dan relevan dengan tantangan zaman. Dan untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi pemberdayaan ekonomi umat dan keselamatan lingkungan”.Ujar Zubaidi.

Lebih lanjut, Kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan bibit tanaman asam jawa secara simbolis dari Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, kepada Menag. Penyerahan bibit tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menumbuhkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, sejalan dengan filosofi wakaf yang manfaatnya terus mengalir lintas generasi.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa Gerakan Wakaf Pegawai BI merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional. Menurut Perry, wakaf memiliki potensi besar untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Program wakaf ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia,” ujarnya.

Perry juga menambahkan, Bank Indonesia selama ini terus berupaya mendorong berbagai program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk melalui penguatan instrumen sosial syariah seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru