BerandaArtikelGelar Virtual Waqf Investor Forum Seri 02, BWI Angkat Tema 1.000 Kedai...

Gelar Virtual Waqf Investor Forum Seri 02, BWI Angkat Tema 1.000 Kedai Kopi Wakaf

-

Badan Wakaf Indonesia (BWI) melalui SatuWakaf Marketplace kembali menggelar Waqf Investor Forum seri 02 sebagai bagian dari rangkaian Road to 2nd Global Conference on Waqf Development (GLOW) 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Rabu (19/08/2026)) dengan fokus pembahasan pada pengembangan Gerakan 1.000 Kedai Kopi Wakaf – WAKAFFEE.

Waqf Investor Forum menjadi salah satu ruang pertemuan bagi para pemangku kepentingan dalam ekosistem wakaf untuk membahas peluang pengembangan aset wakaf menjadi kegiatan usaha yang produktif, profesional, dan berkelanjutan. Melalui forum ini, Nazhir didorong untuk tidak hanya menjalankan fungsi pengelolaan dan pemeliharaan aset wakaf, tetapi juga mampu mengembangkan aset tersebut agar memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam forum tersebut, WAKAFFEE diperkenalkan sebagai salah satu alternatif model usaha produktif yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara Nazhir dan mitra pengelola bisnis.

Ketua Divisi Pengelolaan dan Pengembangan Nazhir BWI, M. Ali Yusuf, dalam sambutan sekaligus pembukaan kegiatan, menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan wakaf agar aset wakaf dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

“pengembangan wakaf produktif membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Nazhir, dunia usaha, investor, hingga mitra strategis lainnya. Kolaborasi tersebut diperlukan agar potensi aset wakaf dapat dioptimalkan melalui model pengelolaan yang professional” ujar Ali

WAKAFFEE: Mengoptimalkan Aset Wakaf Menjadi Usaha Produktif

Gerakan 1.000 Kedai Kopi Wakaf – WAKAFFEE dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang atau lahan wakaf yang belum produktif, khususnya di area masjid maupun lahan wakaf lainnya, menjadi jaringan outlet coffee-to-go yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial.

Konsep tersebut menempatkan aset wakaf sebagai bagian dari aktivitas usaha produktif. Dengan demikian, lahan wakaf yang sebelumnya belum memberikan nilai ekonomi secara optimal dapat dikembangkan menjadi unit usaha yang menghasilkan pendapatan sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam model kolaborasi WAKAFFEE, Nazhir Wakaf Tanah berperan sebagai penyedia lokasi atau lahan wakaf, sedangkan pengelolaan operasional usaha dilakukan oleh mitra pengelola bisnis. Dalam hal ini, Teman Coffee memiliki ruang lingkup pengelolaan yang meliputi persiapan outlet, penyediaan peralatan dan bahan baku awal, pelatihan tim, pengelolaan stok, strategi pemasaran, serta monitoring dan pelaporan secara berkala.

Melalui pembagian peran tersebut, Nazhir dapat lebih fokus pada pengelolaan dan pengembangan aset wakaf, sementara aspek operasional bisnis ditangani oleh mitra yang memiliki kompetensi di bidang usaha. Model kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam membangun usaha berbasis aset wakaf yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Waqf Investor Forum seri 02 diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong semakin banyak Nazhir mengembangkan aset wakaf secara produktif. Melalui Gerakan 1.000 Kedai Kopi Wakaf – WAKAFFEE, BWI bersama mitra berupaya menghadirkan model wakaf produktif yang dapat direplikasi di berbagai daerah sekaligus memperkuat kontribusi wakaf dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to 2nd Global Conference on Waqf Development (GLOW) 2026, yang akan mencapai puncaknya dalam penyelenggaraan 2nd GLOW 2026 sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) pada Oktober 2026 mendatang.

Penulis : Syaikhuddin Bahri Al Fikry
Editor  : Ahmad Khayun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru