BWI.GO.ID ‐ Jakarta, Badan Wakaf Indonesia menerima kunjungan delegasi King Hussein Cancer Foundation and Center (KHCC) Yordania, pada Kamis (06/8/2026). Pertemuan berlangsung di Kantor Badan Wakaf Indonesia Pusat, Jakarta, menjadi langkah awal penjajakan kerja sama kemanusiaan untuk mendukung layanan kesehatan bagi penyintas kanker asal Palestina yang saat ini menjalani perawatan di Yordania.
Kunjungan tersebut diterima oleh pengurus Badan Wakaf Indonesia, Dr. Sulistyowati dan Shalahuddin, M.Si. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas peluang kolaborasi dalam membantu pasien kanker asal Gaza yang harus menjalani pengobatan di Yordania akibat hancurnya fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.
Dr. Sulistyowati menjelaskan bahwa KHCC merupakan lembaga yang berfokus pada pelayanan pasien kanker, termasuk warga Palestina yang harus dirujuk ke Yordania karena rumah sakit di Gaza tidak lagi mampu memberikan layanan medis.
“Hari ini kami menerima kunjungan dua orang delegasi dari King Hussein Cancer Foundation and Center di Amman, Yordania. Mereka datang untuk bersilaturahmi sekaligus membuka kemungkinan kolaborasi dengan Badan Wakaf Indonesia dalam mendukung pelayanan bagi pasien kanker asal Palestina,” ujar Dr. Sulistyowati.
Menurutnya, sebelum konflik di Timur Tengah semakin meluas, kebutuhan pelayanan kesehatan bagi pengungsi Palestina sebenarnya sudah sangat berat. Namun, situasi menjadi semakin sulit setelah eskalasi konflik sehingga dukungan internasional yang diterima lembaga tersebut mengalami penurunan.
“Mereka menyampaikan bahwa donasi yang diterima semakin menurun. Karena itu mereka berharap dapat membangun kerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia agar kebutuhan para pasien tetap dapat terpenuhi,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, delegasi KHCC menyebutkan saat ini terdapat sekitar 492 pasien kanker yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Jumlah itu diperkirakan meningkat menjadi sekitar 520 pasien pada tahun 2027. Sebagian besar merupakan pengungsi Palestina asal Gaza yang datang bersama anggota keluarganya untuk memperoleh pengobatan.
Ia menambahkan, kebutuhan yang disampaikan KHCC tidak hanya mencakup biaya pengobatan, tetapi juga transportasi, akomodasi pasien dan keluarga, hingga penyediaan alat kesehatan. Badan Wakaf Indonesia akan mempelajari kebutuhan tersebut sebelum menentukan bentuk kolaborasi yang paling tepat.
“Kami akan berkomunikasi lebih lanjut setelah pertemuan ini. Kami akan melihat kebutuhan yang paling mendesak, apakah untuk transportasi, akomodasi, pengobatan, maupun alat kesehatan. Setelah itu kami akan mengupayakan penghimpunan bantuan yang disalurkan melalui King Hussein Cancer Foundation,” jelasnya.
Penyaluran bantuan melalui Yordania menjadi pilihan yang realistis mengingat akses langsung ke Gaza saat ini sangat sulit dilakukan akibat kondisi keamanan yang masih memburuk.
“Kami berdiskusi bahwa situasi di Gaza saat ini sangat berat sehingga bantuan langsung ke sana hampir tidak memungkinkan. Karena itu, dukungan melalui rumah sakit yang merawat para penyintas menjadi salah satu solusi yang bisa dilakukan,” katanya.
Badan Wakaf Indonesia sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Palestina. Bantuan berupa makanan, obat-obatan, pakaian, serta kebutuhan dasar lainnya pernah disalurkan kepada pengungsi Palestina yang tinggal di sejumlah kamp pengungsian di negara tersebut.
Penulis : Nurka’ib
Editor : Taufiq Hidayat
![]()

