BWI Teken MoU Sukuk Wakaf Dengan Unpad

BWI Teken MoU Sukuk Wakaf Dengan Unpad

Badan Wakaf Indonesia (BWI) menandatangin perjanjian kerjasama dengan Universitas Padjajaran dalan pengelolaan wakaf uang melalui penandatanganan perj

WaCIDS Sebut Wakaf Miliki Kontribusi Besar Dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pesantren Trubus Iman Kembangkan Tanah Wakaf Jadi Agrobisnis dan Agrowisata
Wakaf Salman ITB Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Madrasah dan Rumah

Badan Wakaf Indonesia (BWI) menandatangin perjanjian kerjasama dengan Universitas Padjajaran dalan pengelolaan wakaf uang melalui penandatanganan perjanjian kerja sama di Ruang Rektor UNPAD, Gedung, Kampus Unpad Jatinangor, Bandung, Kamis (31/52/23).

Penandatanganan perjanjian Kerjasama dilakukan Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia, Prof. Dr. Ir. K.H. Mohammad NUH, DEA dan rektor UNPAD, Prof. Dr. dan dihadiri anggota komisisoner Badan Wakaf Indonesia serta seluruh jajaran civitas akademika dan pejabat Unpad.

Unpad Menyerahkan wakaf uang berjangka untuk dapat dikelola Badan Wakaf Indonesia sebesar Rp. 50 M melalui skema sukuk wakaf private placement Tri Dharma perguruan tinggi Universitas Padjajaran di bidang Pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Badan Wakaf Indonesia sangat mengapresiasi Langkah UNPAD dalam menempatkan dana Endowment Fund di sukuk wakaf surat utang negara berbasis syariah. Sukuk wakaf UNPAD menjadi sukuk wakaf keempat yang dikelola BWI, dan Universitas pertama yang menempatkan dana Endowment Fund ke Sukuk Wakaf.

Ketua BWI, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA menyampaikan dengan penempatan dana abadi pendidikan ke instrumen sukuk wakaf, PTNBH tidak perlu repot mengelola dana dan menanggung risikonya.

’’CWLS adalah instrument wakaf yang memenuhi “Dua R”. “Dua R itu adalah risiko nyaris tidak ada karena produk CWLS dijamin pemerintah. Kemudian produk CWLS memiliki imbal hasil atau return lebih tinggi dibandingkan deposito apalagi giro.”

PTNBH saat ini terus berlomba mencari dana abadi pendidikan. Ada yang dalam satu tahun terkumpul Rp 20 miliar. Dana tersebut kemudian mereka tempatkan dalam CWLS. Lalu imbal hasil atau return digunakan untuk keperluan pendidikan di kampus masing-masing.

Saya optimistis tahun depan total dana abadi pendidikan di PTNBH yang ditempatkan dalam CWLS atau wakaf itu mencapai Rp 1 triliun. Hitungan itu, dia dapat jika masing-masing PTNBH bisa mendapatkan dana abadi Rp 50 miliar. Padahal saat ini dana abadi pendidikan di PTNBH ada yang lebih dari Rp 50 miliar, pungkas M. NUH.

Mantan Mendikbud itu mengatakan pilihan PTNBH menempatkan dana abadi pendidikan pada wakaf CWLS bukan semata untuk mendapatkan imbal hasil tinggi. Tetapi juga wujud terima kasih kepada pemerintah,melalui Kementerian Keuangan Pemerintah memberi support sangat nyata dalam menerbitkan sukuk wakaf private placement, bagi hasil investasi sukuk lebih tinggi dari rata-rata bagi hasil deposito dan seluruh dana dijamin keutuhannya dan akan dikembalikan pada saat jatuh tempo sukuk wakafnya. Sebab dana yang terkumpul dari pembelian CWLS tersebut, digunakan untuk pembangunan. Termasuk pembangunan infrastruktur pendidikan.

’’Jadi sekali lagi ini wujud terima kasih PTNBH kepada pemerintah,’’ ucap Mohammad Nuh.

“Saya sampaikan rasa syukur dan terima kasih setinggi tingginya kepada ibu Rektor UNPAD. Bukan saja soal seratus, dua ratus, atau satu triliun, tapi yang paling penting adalah membuka urusan wakaf yang kita tahu tidak hanya urusan ukhrawi, tetapi juga ada hitungan bisnis (kebermanfaatan di dunia), mudah-mudahan UNPAD penuh dengan keberkahan” tuturnya.

Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA, yakin bahwa langkah yang dilakukan UNPAD, menyusul IPB dan ITS untuk mengembangkan dan mendayagunakan wakaf akan menjadi corong yang akan membesarkan wakaf di kampus-kampus Indonesia.

“Kami sangat yakin, hal ini akan menjadi endoser atau corong, yang dapat diikuti kampus-kampus lain. Terlebih, investasi wakaf di CWLS ini banyak manfaatnya. Kalau saya hitung setidaknya ada sepuluh, di antaranya, sekarang itu kan dana abadi (Endowment Fund) sudah kewajiban bukan lagi pilihan, kampus secara imperative harus punya. Tapi dana abadi ini kan tidak boleh diam, harus berkembang, dan diinvestasikan ke produk yang memiliki return baik.”

Dan UNPAD menjadi salah satu role model pengelolaan dana abadi (endowment fund) perguruan tinggi dengan skema wakaf di Indonesia. Pengembangan pendidikan melalui pengelolaan dana abadi sudah dilakukan oleh universitas-universitas di luar negeri antara lain AL-Azhar Cairo, Harvard University, University of Texas, Yale University, Stanford University, Princeton University, di mana dana endowment fund diinvestasikan dan hasil investasinya digunakan untuk pemberian beasiswa dan pengembangan pendidikan.

Langkah UNPAD dalam mengelola dana abadi melalui skema wakaf dapat diikuti oleh perguruan tinggi lainnya. Dengan skema wakaf private placement, dana abadi perguruan tinggi dapat dikelola secara optimal, dan memberikan manfaat yang sangat besar untuk kemajuan dunia pendidikan.

Kita ingin ada gerakan baru, menyiapkan sarana dan prasarana melalui dana wakaf. Jadi tidak hanya dari pemerintah saja tapi masyarakat dengan basis keagamaan, yang dikemas dalam bentuk dana abadi, alhamdulillah bertambah lagi UNPAD ikut investasi sebesar Rp. 50 M, ada Unusa, perguruan tinggi di Bandung, lalu ITS sudah berwakaf Rp 50 miliar, dan IPB sudah berwakaf Rp 200 miliar, sampai sekarang (IPB) paling besar. (Untuk pengawasan) Di setiap (kampus) ada dewan pengawas syariah dan ada auditnya.

M. Nuh juga menyampaikan bisa juga membeli CWLS secara ritel. Dengan harga minimal Rp 1 juta dan kelipatannya. Dalam periode tertentu, uang pokoknya itu kembali ke si pembeli CWLS. Sementara return-nya langsung disalurkan pada program wakaf yang dia pilih sesuai keinginannya. Bisa untuk wakaf sektor pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

Prof. Rina Indiastuti dalam sambutanyya menyampaikan perguruan tinggi harus berusaha mencari sumber pendanaan dari sumber pendanaan diluar pemerintah, dana abadi adalah salah satu sumber pendanaan yang akan kami himpun, kami berterima kasih banyak kepada BWI kami diberi kesempatan dalam hal ini penandatanganan Nota Kesepamahaman dalam penempatan dana abadi Universitas di Sukuk Wakaf, kami berharap hasilnya bisa untuk mendukung kemajuan perguruan tinggi, dana abadi kami harus terus bertambah dan semoga bertembah juga dana kami yang dikeloal oleh BWI, UNPAD tertantang mencari sumber pendanaan diluar pemerintah. Kami mulai juga mendesign aktifitas Kerjasama (penilitian dll) sekian persennya ditaruh di dana abadi (kegiatan mahasiswa dll). Mencari dana silva, alumni, Kerjasama para dosen sekian persen akan dialokasikan ke dana Abadi, mudah2an tahun depan bisa bertambah lagi untuk penempatan dana abadi di BWI.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: